Nutrifarm SD dan Nutrifarm AG Pembawa Berkah

Nutrifarm AG

Pilihan Carba menggunakan Nutrifarm SD bukan tanpa alasan. Benih yang dibeli di pasaran daya kecambahnya rendah. “Di label tertulis daya kecambah di atas 85%. Kenyataan di tingkat pekebun hanya 60—70%,” kata Carba. Itu karena angka di kemasan berdasar pada hasil uji pekebun produsen di media yang terkontrol. Kaya hara makro dan mikro, serta bebas hama dan penyakit. Sebaliknya, kondisi di persemaian jauh berbeda sehingga membutuhkan perlakuan khusus.

Pelapisan Nutrifarm SD pada benih yang akan disemai memperkecil pengaruh luar yang tidak dikehendaki. Sebab, pupuk pelengkap benih itu kaya hara mikro seperti Ca, Mg, S, Co, Cu, Fe, Mn, Mo, dan Zn. Walau unsur-unsur itu sedikit dibutuhkan tanaman, jumlahnya di tanah sangat rendah. “Biasanya orang hanya menambahkan NPK. Padahal, itu riskan karena hara mikro bisa terkuras,” ujar Carba.

Itu cerita Carba sekarang. Empat bulan silam, sebelum menggunakan Nutrifarm SD, benih yang disemai daya kecambahnya hanya 70%. Itu pun banyak kerdil lantaran daun tidak membuka sempurna terhalang kulit benih. Jumlah yang bertahan hidup semakin kecil karena sawi keriting stres saat dipindah ke lapangan. “Banyak bibit mati. Saya bingung dibuatnya,” ujar Carba. Setelah pakai produk Amway itu, kematian akibat stres teratasi. Bibit yang dihasilkan lebih sehat. Akar dan batang kuat. Kini, ia banyak berhemat.

Aman lingkungan

Menurut Yuandi Bekti, manajer Pemasaran Produk Pertanian Amway, wajar Nutrifarm SD dapat meningkatkan daya kecambah dan pertumbuhan. Ia mencontohkan, produk itu mengandung Ca sebanyak 3,6%. Unsur itu dikenal berperan besar untuk mempercepat pertumbuhan akar dan batang. Ia juga memperbaiki vigor tanaman sehingga lebih tahan terhadap stres.

Cara penggunaan pupuk dengan melapisi juga aman bagi benih dan lingkungan. Itu lantaran hara yang ada di Nutrifarm SD dihasilkan dari proses biologis yang dikenal sebagai Biological Complextion Process (BCP). Mikroorganisme dibiakkan pada media yang telah diberi nutrisi agar berkembangbiak dan menghasilkan metabolit alias hasil fermentasi yang kaya hara mikro. Dengan proses tertentu, akhirnya produk ini berbentuk bubuk.

Bentuk itu dipilih karena Nutrifarm SD ditujukan untuk benih yang umumnya berukuran kecil. Tanaman pangan misalnya, padi, jagung, kedelai, singkong, dan ubi jalar. Sayuran, kentang, kubis, kembang kol, selada, cabai, tomat, terong, buncis, kacang polong, ketimun, wortel, dan bawang. Serta buah berbenih kecil, seperti melon dan semangka. Karena itu, hindari pemakaian Nutrifarm SD untuk biji berukuran besar seperti kemiri dan jati.

Nutrifarm AG

Setelah sukses mengatasi daya kecambah yang rendah di persemaian, Carba berhasil meningkatkan hasil panen. Ia dapat memanen 50—60 kg sawi keriting per bedengan berukuran 10 m2 atau setara 50— 60 ton per ha. Pekebun lain hanya 30—40 kg per bedengan. Ayah 3 anak itu juga bertambah untung karena masa panen sawi keritingnya lebih pendek. Hanya 3 minggu. Pekebun lain, 1 bulan.

Musababnya ia menggunakan Nutrifarm AG agar seladanya tumbuh sehat. Pupuk pelengkap cair itu memacu proses fotosintesis dan respirasi sehingga mempercepat penyerapan hara melalui akar dalam jumlah besar. Menurut Yuandi Bekti, sebetulnya proses fotosintesis dan respirasi terjadi secara alami. Sayang, hanya tanaman sehat yang mampu melakukan proses itu secara optimal. Pasalnya, tanaman tidak mampu sehat dengan sendirinya di lapangan. Banyak faktor luar seperti kekeringan, perbedaan suhu, tanah gersang, polusi, serangan hama dan penyakit. Semuanya itu menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat.

Di saat seperti itulah Nutrifarm AG berperan. Ia juga dihasilkan melalui proses BCP. Bedanya, metabolit hasil fermentasi dicampurkan dengan N, P, dan K. Sejumlah partikel nutrisi mikroskopik alias nutrisi suplemen juga dicampurkan melalui proses pengkelatan.

Karena itu, Nutrifarm AG mempunyai kandungan hara yang lengkap dan unik, organik dan anorganik.

Wajar, bersama produk Am way itu Carba sukses menjalin keijasama dengan sejumlah pasar swalayan dan pasar tradisional. Menurutnya, setelah menggunakan Nutrifarm AG kualitas sayuran lebih baik sehingga pasar terbuka dengan sendirinya. Mantan kepala desa di Majalengka itu setiap hari rutin memasok 10 kg sawi keriting dan 70 kg sayuran lain ke Diamond Mali Kelapagading. Jumlah yang dikirim ke pasar tradisional jauh lebih berlipat. Itu hasil panen dari 3 lahan yang total luasnya hanya 6.000 m2 di Kelurahan Pegangsaan II, Kecamatan Kelapagading Utara, Jakarta Utara. “Pola tanam saya gilir. Agar bisa petik hasil setiap hari,” ujarnya.

Dikombinasi

Menurut Yuandi Bekti, hasil panen akan lebih baik bila Nutrifarm SD dan Nutrifarm AG dikombinasikan. “Keduanya efektif pada masa yang berbeda. Jadi biar pengaruh optimal keduanya digunakan,” ujarnya.

Khusus Nutrifarm AG, lebih hemat digunakan bila dicampur dengan APSA-800 WSC—perata perekat (Baca Trubus Juli 2004: Hemat Pestisida dan Pupuk Cair Berkat APSA-800 WSC).

Di Indonesia Nutrifarm SD dipasarkan dalam kemasan berbobot 250 g. Pupuk pelengkap benih itu dipatok seharga Rp 128.500. Harga itu murah karena 1 kemasan setara untuk penggunaan benih sawi keriting dengan luas tanam yang mencapai puluhan hektar. Sedangkan Nutrifarm AG dikemas dalam 2 kemasan, ukuran 1 1 dan 250 ml. Produk 1 1 dibandrol Rp283.500 dan yang lebih kecil, 250 ml Rp84.500. Karena peran Nutrifarm AG lebih kentara di tanaman, ia sangat murah. Ia sangat kental sehingga 1 I Nutrifarm AG dapat digunakan untuk memupuk 1 ha lahan. ***

Informasi lebih lanjut hubungi:

PT Amway Indonesia

Wisma 46-Kota BNI, Lt.36 Ruang 3601 J1 Jenderal Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220

Telp. (021)57980806 Faks. (021) 57980801/2 Email: cust.srv@amway.co.id Website:https://www.amway.id/id/p/434667